Injil Palsu
NOTA INI DIBUAT BUKAN MENGHINA ATAU MENGHUJAT.. TAPI MENGUNGKAP KEBENARAN & MENDOBRAK KEBATILAN KEJAHATAN KRISTENISASI...
Mengapa
mayoritas pendeta-pendeta Kristen dan misionaris-misionaris Kristen sering
menipu, gemar berbohong, suka mengedit Alkitab, dan memiliki watak sebagai
pemalsu?
Orang
Kristen menipu karena mereka percaya, mereka iman, bahwa menipu adalah halal
demi tegaknya agama Kristus di muka bumi.
Jika Anda tidak percaya, simaklah dibawah ini, Paulus berkata:
“Sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu
aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.
” (Filipi 1:18 TB)
“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7 TB)
TahukahAnda? Lagi-lagi Pendeta-pendeta Kristen Pagan Trinitarian mengedit Alkitab. Mereka telah merevisi kebobrokan Roma 3:7 dalam Alkitab update-an terbaru yang diberi nama Contemporary English Version (CEV).
Pendeta Pagan Trinitarian telah merevisi “aku”
(yaitu Paulus) menjadi “kamu” (yaitu orang lain).
Perhatikan hasil revisi Roma 3:7 dibawah ini
“Since
your lies bring great honor to God by showing how truthful he is, you may ask
why God still says you are a sinner. ” (Rome 3:7 CEV Bible)
Kepada jemaat Kota Korintian Yunani, Paulus berkata:
Kepada jemaat Kota Korintian Yunani, Paulus berkata:
“But be
it so, I did not burden you: nevertheless, being crafty, I caught you with
guile.” (2 Korintus 12:16 KJV)
“Saya tidak
membebanimu: tetapi, dalam kelicikan, saya jerat kamu dengan tipu daya.” (2 Korintus 12:16 Terjemahan
KJV)
TahukahAnda? Gereja telah mengedit 2 Korintus 12:16 dalam
berbagai edisi Alkitab terbaru,
Bible edisi CEV, BIS, dan ESV
sudah merevisi ayat ini.
(ESV)
But granting that I myself did not burden you, I was crafty, you say, and
got the better of you by deceit.(BIS) Nah, kalian setuju bahwa
saya tidak pernah menyusahkan kalian. Namun ada yang berkata bahwa saya ini
licik; bahwa saya mendapat keuntungan dari kalian karena tipu daya saya.
(CEV) You agree that I wasn’t a burden to
you. Maybe that’s because I was trying to catch you off guard and trick you.
Paulus
adalah orang merasa dirinya bebas, berdasarkan pernyataannya sendiri!
1 Korintus
9:19-21 KJV
19 For though I be free from all men,
yet have I made myself servant unto all, that I might gain the more.
20 And unto the Jews I became as a
Jew, that I might gain the Jews; to them that are under the law, as under the
law, that I might gain them that are under the law;
21 To them that are without law, as
without law, (being not without law to God, but under the law to Christ,) that
I might gain them that are without law.
Terjemahan 1
Korintus 9:19-21 (Note: Saya
melepaskan kalimat sisipan yang ditandai tanda kurung yang dilakukan oleh
pendeta Kristen)
19. Karena Aku menjadi bebas dari semua orang, namun aku membuat diriku sendiri melayani semua, sehingga memungkinkan saya untuk mendapatkan lebih banyak lagi.
20.
Dan kepada orang-orang Yahudi Aku menjadi seperti orang Yahudi, sehingga Aku
memenangkan orang-orang Yahudi; kepada mereka yang mengikuti hukum, seperti
yang mengikuti hukum, sehingga saya memenangkan mereka yang adalah mengikuti
hukum;
21.
Kepada mereka yang tanpa hukum, seperti tanpa hukum, sehingga saya memenangkan
mereka yang tanpa hukum.
Tahukah Anda? Perhatikan bahwa pendeta Kristen dalam KJV 1 Korintus 9:19-21 merasa perlu untuk memberi kalimat “being not without law to God, but under the law to Christ” dengan tanda kurung.
Dalam Bible revisi terbaru bahkan kalimat tsb dilepaskan tanda kurungnya!
(CEV)
And when I am with people who are not ruled by the Law, I forget about the Law
to win them. Of course, I never really forget about the law of God. In fact, I
am ruled by the law of Christ.
(BIS) Terhadap orang bukan Yahudi, saya berlaku seperti seorang bukan Yahudi, yang hidup di luar hukum Musa. Saya lakukan itu supaya saya bisa menarik mereka menjadi pengikut Kristus. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya tidak taat kepada perintah-perintah Allah; saya justru dikuasai oleh perintah-perintah Kristus.
Paulus mengakui diri sebagai orang bodoh dan ajaran-ajarannya merupakan ajaran bodoh!
“Apa yang aku katakan, aku mengatakannya bukan
sebagai seorang yang berkata menurut firman Tuhan, melainkan sebagai seorang
bodoh yang berkeyakinan, bahwa ia boleh bermegah.” (2 Korintus 11:17 TB)
Berdasarkan pengakuannya sendiri, Paulus adalah seorang Farisi. Ia dilaporkan pernah berkata: “Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi.” (Kisah Para Rasul 23:6 TB)
Yesus mengecam kaum Farisi:“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik…” (Matius 23:13 TB)
Yohanes pun mengecam kaum Farisi: “…Hai kamu keturunan ular beludak…” (Matius 3:7 TB)
Jadi kesimpulannya adalah karena Paulus adalah orang
Farisi, maka ia termasuk golongan hipokrit (munafik) dan ular beludak!
Bapak Gereja bernama Eusebius dari Caesarea dilaporkan pernah berkata:
“It is an act of virtue to deceive and lie, when by such means the interests of the church might be promoted” (source)
(Adalah satu perbuatan baik untuk berbohong dan
berdusta, dengan begitu kepentingan-kepentingan gereja dipromosikan.)
Bapak Gereja bernama Jerome berkata: “Great is the force of deceit! provided it is not excited by a treacherous intention” (source) (Kebesaran adalah kekuatan penipuan! asal tidak ditimbulkan oleh satu maksud cedera).
Lloyd Graham mengatakan pandangannya mengenai bapak-bapak gereja : “Adalah umum diketahui bahwasanya bapak-bapak gereja adalah penipu; Katholik mengakui hal itu. Berdasarkan Catholic Encyclopedia, “Pada semua bagian-bagian penipuan dan interpolasi ini sebagaimana kebodohan telah dibuat pada sebuah skala besar.”(Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal.455–source)